BAB
1
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
Transportasi sangat penting
peranannya dalam menunjang proses perkembangan suatu wilayah. Keberhasilan
pembangunan sangat dipengaruhi oleh peran transportasi sebagai urat nadi
kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan suatu
bangsa. Dengan transportasi yang baik, akan memudahkan terjadinya interaksi
penduduk lokal dengan dunia luar. Demikian
halnya di negara Jepang, untuk
mengembangkan sistem transportasi yang sangat besar Jepang belajar dari sejarah.
Pada tahun 1968 Jepang telah mengalami Restorasi Meiji dan sebuah pemerintahan
baru didirikan. Pemerintahan baru ini diharapkan dapat memodernisasikan Jepang
pada garis yang sama seperti Eropa dan Amerika. Pengembangan kereta api cepat
Shinkansen, diawali dengan tekad seorang mantan tentara perang yang ingin
menciptakan alat transportasi yang dapat memberikan kedamaian di Jepang.
Setelah dilakukan penelitian selama bertahun-tahun dan dengan banyaknya
hambatan dari banyak pihak, akhirnya Shinkansen yang diimpikan lahir. Mereka mulai
menciptakan dan membangun kembali industri kemudian membangun rel-rel kereta
api. Rel kereta api pertama kali dibuat setelah empat tahun revolusi (1872)
antara Tokyo dan Yokohama. Setelah itu dalam
jangka waktu yang pendek kira-kira lima tahun, hampir semua kota-kota di Jepang
dihubungkan dengan rel-rel kereta api. Kemudian untuk jangka waktu yang panjang
rel kereta api mempunyai arti yang sangat penting dalam membantu perkembangan
industri. Dengan
rekor pencapaian kecepatan, kereta cepat ini telah memberi kejutan luar biasa pada perkembangan
teknologi dunia. Dan kini, Shinkansen telah menjadi kebanggaan masyarakat
Jepang dan juga merupakan ikon kemajuan teknologi dunia.
1.2.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
sejarah shinkansen di Jepang.
2. Peranan
transportasi Shinkansen bagi masyarakat negara Jepang.
1.3.
Tujuan
Penelitian
1. Mengkaji
dan mengetahui secara lebih mendalam sejarah lahirnya Shinkansen di Jepang.
2. Mengetahui
sejauh mana peranan transportasi Shinkansen bagi masyarakat negara Jepang.
1.4.
Manfaat
Penelitian
1. Bagi
Sekolah
Hasil penilitian ini diharapkan
dapat memberikan sumbangan pikiran bagi lingkungan sekolah baik para pengajar
maupun anak didik untuk memecahkan masalah transportasi yang sering terjadi di
Indonesia.
2. Bagi
Peneliti
Untuk membandingkan ilmu yang
diterima melalui media teknologi selama kegiatan belajar di sekolah dengan
praktek atau kenyataan yang sebenarnya
3. Bagi
Ilmu Pengetahuan
Untuk menambah khasanah pengetahuan
dan kepustakaan bagi para pembaca sehingga mampu membantu menyelesaikan masalah
yang timbul terkait transportasi dimasyarakat umum.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1. SEJARAH
PEMBUATAN SHINKANSEN
Jepang
adalah negara yang terkenal dengan kemajuan teknologi yang tidak diragukan
lagi. Salah satunya adalah kemajuan teknologi alat transportasi publik
Shinkansen. Nama Shinkansen juga sering dijuluki kereta peluru (bullet train) –
yaitu jalur kereta api cepat Jepang. Kereta ini dioperasikan oleh empat
perusahaan dalam grup Japan Railways.
Saat Perang Asia Raya Timur selesai, Jepang mengalami kekalahan yang disebabkan
jatuhnya Pulau Saipan ke tangan sekutu. Pada tahun 1946 Kantor Pusat Komando
Tertinggi Tentara Sekutu atau GHQ (The General Head Quarter) menjatuhkan
seluruh pihak militer Jepang tak terkecuali Kantor Pusat Penelitian Teknologi
Kereta Api yang di bawah Departemen Perhubungan. Departemen ini banyak memecat
sejumlah pekerja sehingga menimbulkan pengangguran di Jepang secara luar biasa.
Hal ini menyebabkan banyak tunawisma dan gelandangan menjadi meningkat. Adapun
seorang insinyur spesialis pesawat terbang Tadashi Matsudaira yang pada saat
itu berumur 36 tahun, mengajukan teknologi perkeretaapian terbaru untuk Jepang.
Tadashi Matsudaira berpikiran pada saat itu tidak mungkin lagi memajukan
perdagangan luar negeri maupun penerbangan dan lain-lain. Orang Jepang menyebut
Tadashi Matsudaira sebagai spesialis dalam analisis masalah vibrasi pesawat
terbang di AL Jepang. Dia juga menegaskan masalah perkeretaapian khususnya
terkait kecelakaan kereta api ini adalah karena pertambahan kecepatan. Hal
inilah yang menyebabkan banyaknya kecelakaan kereta api. Pendapat ini juga
ditolak mentah-mentah oleh insinyur perkeretaapian Tadanao Miki. Tadanao Miki
adalah seorang insinyur berpangkat mayor dibagian mesin. Pada akhir perang dia
diberi tugas membuat pesawat “Bom Manusia” yang mengangkut 1 ton bom yang tanpa
dilengkapi roda pendaratan sehingga pesawat dan pilot mati bersama. Menurut
Miki, cara ini tidak efektif dan memakan banyak korban. Melewati berbagai macam
rintangan dan cobaan Miki tetap memikirkan desain kereta dimasa yang akan
datang. Pada saat itu, desain yang digunakan adalah desain gerbong yang berat
sehingga akan mengurangi rawannya kecelakaan kereta api. Dari sini Miki
berpikir bentuk kereta yaitu kereta Aerodinamis yang cantik dengan tekanan
udara dikurangi dan titik berat dikurangi sehingga kecepatan akan bertambah.
Ditempat pertemuan, konsep Miki ditertawakan dan ditolak mentah-mentah yaitu
konsep Tokyo-Osaka 4.5 jam sedangkan saat itu kereta tercepat menempuh waktu
7-8 jam perjalanan. Akhirnya
Miki membentuk konsep rel lebar walaupun konsep pertama ditolak tetapi dia
yakin akan semua konsep yang dibuatnya berhasil. Konsep ini juga didukung oleh
Yashijirou Shima. Ia juga menyempurnakan proyek rel lebar dengan panjang 20.000
km pada tahun 1934. Unuk membantu konsep ini anak tertua Shima yaitu Hideo
Shima turun tangan dalam pembuatan konsep badan kereta peluru sehingga Hideo
Shima disebut sebagai “Bapak Shinkansen” . Ditahun 1957, ketiga orang ini bertatap muka di penginapan di Atami. Dalam
pertemuan ini mereka berpikir serius
memecahkan masalah bentuk model kereta,
cara meredam vibrasi, alat penghenti otomatis frekuensi rendah dan
membentuk kecepatan tertentu sehingga jarak jauh bisa ditempuh dengan waktu
atau tempo yang singkat. Akhirnya semuanya itu sudah terselesaikan dan
disepakati semuanya itu dengan membentuk seminar yang didatangi oleh 500 orang.
Dalam seminar ini Miki dengan terbatah-batah menjelaskan konsep kereta “Super
Express”, ditengah-tengah seminar Miki teringat dengan pesawat tempur Ouka
karena konsep dasar kereta ini dibuat dengan menjiplak mesin pesawat tempur
tersebut, sehingga ia berkata “Tenang-tenang yang dibicarakan saat ini adalah
tentang Shinkasen, tidak mungkin diberi bom tenang” katanya. Berkat seminar ini
dapat mewujudkan konsep penelitian
vibrasi yang dilakukan oleh Matsudaira, selain itu juga mewujudkan penelitian
alat penghentian otomatis frekuensi rendah oleh Kawanabe. Sekitar 2 jam seminar
berlangsung, dan pada saat selesai seminar semuanya bertepuk tangan, sebab ini
adalah hal yang luar biasa sekali karena mereka berpikir Tokyo-Osaka hanya 3
jam. Pada tahun 1957 dimusim panas, diselenggarakan seminar didepan direktur
dan saat itulah diputuskan pembangunan kereta api cepat Shinkansen yang akan
dimulai dalam waktu singkat dan alokasi anggaran untuk Tokaido jalur baru
ditetapkan dan juga anggaran telah diputuskan pada tahun 1959. 20
April 1959, upacara dimulainya pekerjaan pembuatan Shinkansen dan rel lebar
dimulai dengan dihadiri oleh para pejabat JNR. Direktur utama JNR mencangkul
tanah pertama tanda dimulainya pembangunan proyek ini. Bagi Shima ini adalah
hari yang terbaik karena telah dibuktikan rel kereta yang cocok yaitu rel
lebar. Kemudian Miki berpendapat dengan adanya proyek ini, angin yang masuk ke
dalam jendela masinis dan dibawah kereta akan mempengaruhi kecepatan
kereta, maka Miki pun membuat eksperimen
kereta ini melalui terowongan angin, dan dalam uji coba ini,ia mendesain ulang
kereta dengan beberapa perlengkapan sehingga kereta ini berbentuk peluru supaya
kecepatan lebih maksimal. Sebelum percobaan, Miki dan kelompoknya membuat ATC
(Alat Pemberhenti Otomatis) untuk menjaga kereta saat keadaan yang tidak
diinginkan. Ia juga berpikir bahwa ATC juga istri kereta api. Selama 2 tahun
lewat pekerjaan proyek hampir selesai dan 3 hari setelahnya selesailah kereta
impian Shinkansen. Pada saat hari menjelang uji coba hampir dekat, diadakan
pemilihan masinis yang handal diseluruh
Jepang untuk menguji menjadi komando Shinkansen. Dari sekian banyak orang hanya
dipilih 2 orang yang akhirnya jatuh pada Shigeru Ootsuka dan Takashi Inoue. Ada
kejadian yang mengejutkan dimana Miki mengundurkan diri karena ia menganggap
tugasnya sudah selesai surat pengunduran diletakkan diatas meja direktur JNR.
19 Desember ditahun yang sama
dimulailah percobaan sedikit demi kecepatan mencapai 210 km/jam, kemudian
mulailah masuk ke tahap yang paling sulit yaitu berpapasan dengan 2 kereta
Shigeru Ootsuka yang menjadi komando pengujian, dan melakukan komunikasi dengan
HT dengan Matsudaira dan akhirnya selesailah tahap ini. Hari terakhir uji coba
dengan 250 km/jam Ootsuka dan Inoue bertekad memacu hingga mencapai batas
maksimal. Setelah pengecekan rel dilakukan maka Shinkansen diberangkatkan.
Sedikit demi sedikit kecepatan bertambah hingga 247 km/jam semua orang tegang
saat itu, Miki juga menonton ini lewat TV. Lalu akhirnya hingga mencapai batas
256 km/jam dan semuanya bangga atas keberhasilan ini yang dilangsungkan selama
belasan tahun.Dan dengan peresmian direktur Pusat Penelitian Teknologi Kereta
Api disahkan pada tanggal 1 Oktober 1964 diresmikan sesuai jadwal keberangkatan
Shinkansen.
2.2. RUTE SHINKANSEN
Shinkansen
merupakan sarana utama untuk angkutan antar kota di Jepang, selain pesawat
terbang. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 300 km/jam. Nama Shinkansen
sering digunakan oleh orang-orang di luar Jepang untuk merujuk kepada kereta
apinya, namun kata ini dalam bahasa Jepang sebenarnya merujuk kepada nama jalur
kereta api tersebut.
|
Stasiun
|
Nama dalam bahasa Jepang
|
Distrik (ku)
atau Kota |
Jarak (km)
dari Tokyo |
Koneksi dengan jalur lain
|
|
東京
|
0,0
|
|||
|
品川
|
6,8
|
|||
|
新横浜
|
25,5
|
|||
|
小田原
|
76,7
|
JR
East: Jalur Utama Tōkaidō, Jalur
Shōnan-Shinjuku
Odakyū Electric Railway: Jalur Odawara, Izu-Hakone Railway: Jalur Daiyuzan, Hakone Tozan Railway: Jalur Hakone Tozan |
||
|
熱海
|
95,4
|
|||
|
三島
|
111,3
|
|||
|
新富士
|
135,0
|
(tidak
ada)
|
||
|
静岡
|
167,4
|
|||
|
掛川
|
211,3
|
|||
|
浜松
|
238,9
|
|||
|
豊橋
|
274,2
|
JR
Central: Jalur Utama Tōkaidō, Jalur Iida
Nagoya Railroad (Meitetsu): Jalur Utama Nagoya, Toyohashi Railroad: Jalur Atsumi(Stasiun Shin-Toyohashi), Jalur Utama Azumada (trem, Stasiun Ekimae) |
||
|
三河安城
|
312,8
|
JR
Central: Jalur Utama Tōkaidō
|
||
|
名古屋
|
342,0
|
JR
Central: Jalur Utama Tōkaidō, Jalur Utama Chūō, Jalur Utama Kansai, Jalur Utama
Takayama
Nagoya Subway: Jalur Higashiyama (H08), Jalur Sakura-dori (S02), Nagoya Railroad(Meitetsu): Jalur Utama Nagoya (Stasiun Meitetsu Nagoya), Kintetsu: Jalur Nagoya(Stasiun Kintetsu Nagoya), Nagoya Seaside Rapid Railway: Jalur Aonami (AN01) |
||
|
岐阜羽島
|
367,1
|
|||
|
米原
|
408,2
|
JR
Central: Jalur Utama Tōkaidō (arah Atami), JR West: Jalur Biwako (bagian dari Jalur Utama Tōkaidō, arah Kyoto), Jalur Utama
Hokuriku
Ohmi Railway: Jalur Utama |
||
|
京都
|
476,3
|
JR
West: Jalur Biwako (arah Maibara), JR
Kyoto (bagian dari Tōkaidō, arah
Osaka) Jalur Sagano (bagian dari Jalur Utama San'in), Jalur Nara
Kintetsu: Kyoto, Kyoto Municipal Subway: Jalur Karasuma (K11) |
||
|
新大阪
|
515,4
|
JR
West: Sanyō Shinkansen (langsung terus menuju Stasiun
Hakata), Jalur JR Kyoto
Osaka Municipal Subway: Jalur Midōsuji (M13) |
Pada 2003, JR Central melaporkan
jadwal waktu rata-rata Shinkansen tepat dalam 0,1 menit atau 6 detik dari waktu
yang telah dijadwalkan. Ini termasuk seluruh kesalahan alami dan manusia dan
dihitung dari seluruh 160.000 perjalanan yang dijalani oleh Shinkansen. Rekor
sebelumnya dari 1997 dan tercatat 0,3 menit atau 18 detik.

Shinkansen pertama kali dibuka pada
1 Oktober 1964 untuk menyambut Olimpiade Tokyo. Jalur ini langsung sukses,
melayani 100 juta penumpang kurang dari 3 tahun sejak dibuka pada tanggal 13
Juli 1967, dan melayani satu milyar penumpang pada tahun 1976. Pada mulanya
Shinkanshen dari Tokyo ke Shin-Osaka (515,4km) memakan waktu kira-kira 4 jam.
Pada 1992, Shinkanshen model baru ‘Nazomi’ yang dapat menghasilkan kecepatan
270 km/j telah menghasilkan perjalanan yang singkat. Rancangan penggunaan
landasan kereta api linear motor car pada abad ke-21 yang akan datang ini
diharapkan akan menambah kecepatan Shinkanshen.
Pada tahun 2027 yang akan datang,
kereta LO milik Jepang akan siap untuk membawa penumpangnya antara Tokyo dan
Nagoya pada kecepatan yang mengagumkan, 499 kilometer per jam setiap hari.
Kereta ini menggunakan teknologi magnetic levitation (manglev), yang akan
menjadikannya kereta tercepat di dunia. Namun kereta dengan teknologi manglev
tercepat untuk saat ini dipegang oleh Shanghai Manglev Train. Kereta yang mampu
mencapai kecepatan 501 kilometer per jam ini pernah beroperasi dengan kecepatan
tertinggi 431 km/jam.
2.3. MANFAAT SHINKANSEN BAGI MASYARAKAT JEPANG
1.
Keamanan
Tidak
ada daftar kecelakaan yang berakibat fatal dalam pengoperasian Shinkansen sejak
sekitar 40 tahun yang lalu. Namun ada beberapa orang terluka dan satu kefatalan
dikarenakan pintu yang menjepit penumpang atau barang mereka. Selain itu ada
beberapa percobaan bunuh diri oleh penumpang. Karena itu beberapa stasiun telah
memasang pagar pelindung. Meskipun begitu tetap saja ada percobaan bunuh diri
oleh penumpang dengan memanjat pagarpengaman. selain itu, untuk menghadapi gempa bumi kereta ini dilengkapi
dengan sistem pendeteksian yang akan memberhentikan kereta bila gempa bumi
terdeteksi. Pada gempa bumi Chuetsu di Oktober 2004 sebuah Shinkansen yang
dekat dengan pusat gempa lepas dari relnya, namun tidak ada penumpang yang
terluka. Kereta generasi berikutnya, FASTECH 360 akan memiliki sayap rem
penahan angin untuk membantu proses pemberhentian mendadak bila gempa bumi
terdeteksi.
2. Ketepatan Waktu
Pada 2003, JR
Central melaporkan jadwal waktu rata-rata Shinkansen tepat dalam 0,1 menit atau
6 detik dari waktu yang telah dijadwalkan. Ini termasuk seluruh kesalahan alami
dan manusia dan dihitung dari seluruh 160.000 perjalanan yang dijalani oleh
Shinkansen.
2.4. JENIS-JENIS
SHINKANSEN
Ada tiga jenis Shinkansen yang beroperasi di
jalur Tokaido Shinkansen:
a. Kodoma : adalah jenis Shinkansen yang paling lambat dan kereta-kereta ini berhenti di setiap stasiun yang dilewatinya. Kodoma berarti gaung, gema, atau suara.
b. Hikari : Hikari berarti cahaya. Kereta-kereta ini melaju lebih cepat daripada kereta kodoma. Kereta jenis Hikari mampu menempuh jarak Tokyo-Osaka dalam 3jam.
c. Nozomi : Nozomi berarti rasrat, keinginan, atau harapan. Kereta tercepat ini mampu menempuh jarak Tokyo-Osaka dalam 2,5 jam dengan kecepatan sampai 300km/jam.
Selain jenis di atas, ada beberapa seri Shinkansen yang lainnya. Diantaranya, Sanyo Shinkansen (seri Shinkansen yang beroperasi dari daerah Kansai ke kota Fukuoka/Hakata). Max toki no 362, Kereta ini merupakan jenis shinkansen yang menghubungkan kota Tokyo dan kota Niigata yang juga dikenal dengan sebutan Jouetsu shinkansen, Asama Shinkansen, Tsubasa Shinkansen, KomachiShinkansen.
a. Kodoma : adalah jenis Shinkansen yang paling lambat dan kereta-kereta ini berhenti di setiap stasiun yang dilewatinya. Kodoma berarti gaung, gema, atau suara.
b. Hikari : Hikari berarti cahaya. Kereta-kereta ini melaju lebih cepat daripada kereta kodoma. Kereta jenis Hikari mampu menempuh jarak Tokyo-Osaka dalam 3jam.
c. Nozomi : Nozomi berarti rasrat, keinginan, atau harapan. Kereta tercepat ini mampu menempuh jarak Tokyo-Osaka dalam 2,5 jam dengan kecepatan sampai 300km/jam.
Selain jenis di atas, ada beberapa seri Shinkansen yang lainnya. Diantaranya, Sanyo Shinkansen (seri Shinkansen yang beroperasi dari daerah Kansai ke kota Fukuoka/Hakata). Max toki no 362, Kereta ini merupakan jenis shinkansen yang menghubungkan kota Tokyo dan kota Niigata yang juga dikenal dengan sebutan Jouetsu shinkansen, Asama Shinkansen, Tsubasa Shinkansen, KomachiShinkansen.
BAB
III
KESIMPULAN
3.1. SIMPULAN
Dari cerita di atas kita bisa
mengetahui pengembangan kereta cepat Shinkansen, diawali dengan tekad seorang
mantan tentara perang yang ingin menciptakan alat transportasi yang dapat
memberikan kedaimaian di Jepang . Setelah dilakukan penelitian selama
bertahun-tahun dan dengan banyaknya hambatan dari banyak pihak akhirnya
Shinkansen yang diimpikan lahir. Shinkansen
mencapai kecepatan 256 km/jam dalam uji cobanya merupakan rekor kecepatan darat
yang sangat signikfikan pada era dimana banyak orang mengira kereta api sudah
tamat riwayatnya karena kerap terjadi kecelakaan dan kalah cepat dengan pesawat
terbang dan mobil. Shinkansen menjadi sarana transportasi cepat yang membawa
para pekerja antar kota dan mendukung kegiatan ekonomi dalam negeri Jepang.
Angkutan missal ini bisa bekerja lebih efisisen, bahkan menawarkan kenyamanan
dan kecepatan serta harga yang bisa bersaing dengan pesawat terbang. Tetapi,
untuk mewujudkan salah satu ikon teknologi modern bangsa Jepang ini, ternyata
membutuhkan waktu yang sangat panjang. Bukan hanya untuk pengembanganya, tetapi juga menghadapi
berbagai kondisi dalam dunia perkeretaapian. Dibalik kesuksesan yang akhirnya
yang akhirnya dicapai, para tokoh yang berjuang gigih tanpa kenal menyerah,
akhirnya nama mereka nyaris tidak pernah terdengar. Mereka adalah para teknisi
mantan Angkatan Laut kekaisaran yang ingin memanfaatkan pengetahuannya demi
membangun kembali negeri yang hancur oleh peperangan. Dari adanya penelitian
tentang Shinkansen ini, kita sebagai anak bangsa juga mampu belajar tentang
semangat terciptanya teknologi Shinkansen untuk kemajuan transportasi di
Indonesia. Apabila anak bangsa mampu membuat sistem transportasi seperti
Shinkansen maka dapat membantu masyarakat Indonesia dalam meningkatkan taraf
hidup, karena dengan adanya alat transportasi yang cepat dan aman budaya tepat
waktu akan tercipta di Indonesia.
3.2. SARAN
Perlu dilakukan penelitian yang
lingkupnya lebih luas tentang manfaat dari alat transportasi kereta api cepat
Shinkansen untuk mempertahankan dan mengembangkan serta perbaikan sistem
transportasi di Indonesia. Penelitian selanjutnya dapat dijadikan dasar bagi
pengembangan alat transportasi yang bermutu dan berdaya guna lebih untuk
masyarakat Indonesia di masa-masa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Danandjaja, James. 1997 Foklor
Jepang: Dilihat Dari Kacamata Indonesia. Jakarta : PT Pustaka Utama
Grafiti.
Rokuda, Noboru. 2001 Shinkansen The
Tenacity of shinkansen’s Invention. Jakarta : PT Elex Media Komputindo
Kelompok Gramedia Anggota IKAPI.
Subarka, Imam. 2013 Ilham-Ilham
Dashyat Dari Kesuksesan Bangsa Jepang. Jogjakarta : Flasbook.